Sabtu, 24 November 2012

Sejarah dan Kedudukan Bahasa Indonesia


A. Sejarah Bahasa Indonesia
Sebelum kita mempelajari lebih jauh tentang bahasa, seyogyanya kita mengetahui apa arti dari bahasa itu sendiri. Bahasa merupakan kumpulan bunyi-bunyi yang tersusun secara teratur sehingga menimbulkan makna,diujarkan secara lisan,digunakan untuk mengungkapkan pikiran.
Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak zaman dulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara.
Bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia Tenggara sejak abad ke-7. Bukti yang menyatakan itu ialah dengan ditemukannya prasasti di Kedukan Bukit berangka tahun 683 M (Palembang), Talang Tuwo berangka tahun 684 M (Palembang), Kota Kapur berangka tahun 686 M (Bangka Barat), dan Karang Brahi berangka tahun 688 M (Jambi). Prasasti itu bertuliskan huruf Pranagari berbahasa Melayu Kuna. Bahasa Melayu Kuna itu tidak hanya dipakai pada zaman Sriwijaya karena di Jawa Tengah (Gandasuli) juga ditemukan prasasti berangka tahun 832 M dan di Bogor ditemukan prasasti berangka tahun 942 M yang juga menggunakan bahasa Melayu Kuna.
Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan, baik sebagai bahasa antarsuku di Nusantara maupun sebagai bahasa yang digunakan terhadap para pedagang yang datang dari luar Nusantara.
Kemudian para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan mengangkat bahasa melayu sebagai bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia, atau yang lebih kita kenal dengan Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Isi dari sumpah pemuda itu sendiri adalah (1) bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia, (2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan (3) menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Unsur yang ketiga dari Sumpah Pemuda merupakan pernyataan tekad bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan bangsa Indonesia.
Barulah bahasa Indonesia dinyatakan kedudukannya sebagai bahasa negara pada tanggal 18 Agustus 1945 karena pada saat itu Undang-Undang Dasar 1945 disahkan sebagai Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 disebutkan bahwa Bahasa negara ialah bahasa Indonesia (Bab XV, Pasal 36).
B. Faktor yang menyebabkan bahasa melayu dijadikan bahasa nasional
1.      Bahasa melayu merupakan lingua franca bahasa perhubungan.
2.      Sistem bahasa melayu sederhana, mudah dipelajari.
3.      Suku yang ada di Indonesia dengan sukarela menerima bahasa melayu menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
4.      Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas.
C. Kedudukan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Negara
Sedangkan pada tanggal 25-28 Februari 1975,  Hasil perumusan seminar politik bahasa Nasional yang diselenggarakan di jakarta. Dikemukakan Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara adalah :
1. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa Indonesia dipakai di dalam segala ucapan, peristiwa dan kegiatan kenegaraan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
2. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan, bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar yang digunakan di lembaga – lembaga pendidikan, mulai dari taman kanak – kanak sampai dengan perguruan tinggi diseluruh Indonesia.
3. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Bahasa Indonesia bukan saja dipakai sebagai alat komunikasi timbale balik antara pemerintah dan masyarakat luas, dan bukan saja sebagai alat perhubungan antar daerah dan suku. Melainkan juga sebagai alat perhubungan di dalam masyarakat yang sama latar belakang social budaya dan bahasanya.
4. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai pengembangan, ilmu pengetahuan dan tekhnologi, bahasa Indonesia adalah satu – satunya alat yang memungkinkan kita membina dan mengembangkan budaya nasional sedemikian rupa sehingga ia memiliki ciri – ciri dan identitasnya sendiri, yang membedakannya dari kebudayaan daerah.
D. Kedudukan Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Persatuan
Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan diartikan sebagai bahasa yang digunakan di dalam kegiatan berkomunikasi yang melibatkan banyak tokoh atau masyarakat yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap suku bangsa yang begitu menjunjung nilai adat dan bahasa daerahnya masing – masing disatukan dan disamakan derajatnya dalam bahasa Indonesia, maka setiap suku bangsa di Indonesia bersedia menerima bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
Inilah yang sering disebut fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing – masing kedalam kesatuan kebangsaan Indonesia. Dengan bahasa Indonesia memungkinkan berbagai suku bangsa mencapai keserasian hidup sebagai bangsa yang bersatu dengan tidak perlu meninggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan kepada nilai – nilai sosial budaya serta latar belakang bahasa daerah yang bersangkutan.
E. Peran Bahasa Indonesia dalam Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi Seni
Bahasa adalah kunci untuk membuka khasanah pengetahuan. Pernyataan tersebut memang benar adanya, karena untuk mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi yang terdapat dalam buku – buku ilmu pengetahuan hanya dengan bahasalah kita dapat menguasai ilmu tersebut. Tetapi perkembangan bahasa Indonesia tidak seimbang dengan perkembangan budaya bangsanya. Inilah yang menyebabkan bahasa Indonesia belum dapat berperan sebagai pengantar ilmu pengetahuan dengan baik.
Menurut Amran Halim (dalam Bakry, 1981: 179) kesalahan tersebut bukan disebabkan kemiskinan bahasa Indonesia. Artinya, hal tersebut bukan disebabkan oleh ketidakmampuan bahasa Indonesia sebagai pengantar ilmu pengetahuan, tetapi kekurangan bahasa Indonesia dalam hal peristilahan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Salah satu usaha yang harus dilakukan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dengan cara kita harus menerjemahkan semua buku ilmu pengetahuan di dunia ini ke dalam bahasa Indonesia. Dengan adanya informasi ilmiah dalam bahasa Indonesia itu, pasti akan ada kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan yang berarti meningkatkan mutu bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmiah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar